7 Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Manis Bagi Anak

7 Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Manis Bagi Anak



Hampir semua balita pasti menyukai makanan manis. Namun jika dibiasakan kegemarannya akan terus berlanjut. Kadang kebiasaannya mengonsumsi makanan manis tanpa kita sadari sering di luar batas. Namun, tahukah ibu bahwa mengonsumsi makanan manis yang berlebihan tidak baik bagi si kecil? Bukan hanya orang dewasa aja yang harus dibatasi mengonsumsi gula. Si kecil pun perlu ibu kontrol dalam mengonsumsi makanan manis. Berikut 7 bahaya saat anak terlalu banyak mengonsumsi makanan manis.

1. Mengonsumsi makanan manis {bisa|dapat} melemahkan kekebalan tubuh anak

 
Makanan manis {bisa|dapat} merusak sistem kekebalan tubuh anak. Tubuh manusia memiliki banyak bakteri bagus yang mencerna makanan. Selain itu tubuh {juga|pula|lagi|serta} bekerja memproduksi berbagai vitamin yang melindungi dari kuman dan penyakit. Tapi ketika anak mengonsumsi terlalu banyak makanan manis yang mengandung gula, ini {bisa|dapat} mengubah keseimbangan antara bakteri baik dan jahat. Ketidakseimbangan ini {bisa|dapat} berakibat melemahnya sistem kekebalan tubuh si kecil.

2. Merusak gigi karena zat gula dalam makanan manis

Makanan manis mengandung zat gula yang menjadi pangan utama bakteri di mulut. Zat gula sering ditemukan dalam makanan manis si kecil seperti permen dan cokelat. Beberapa makanan manis itu dapat menyebabkan kerusakan pada gigi anak. Hal ini karena gula merupakan pangan utama bakteri yang terdapat dalam mulut. Jika {sudah|telah} begitu, bakteri akan berkembang dengan cepat dan berefek kerusakan gigi. Dan jika dibiarkan {bisa|dapat} terjadi hingga si kecil dewasa loh bu.

3. Berisiko mengalami obesitas pada anak

 
Kandungan gula dalam makanan manis yang tidak terpakai menjadi timbunan lemak. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis pada si kecil yang berlebihan {bisa|dapat} mengakibatkan penambahan berat badan yang tidak terkendali. Hal ini {bisa|dapat} terjadi karena kandungan gula dalam makanan manis yang tidak terpakai {bisa|dapat} menjadi timbunan lemak. Penambahan berat badan yang berlebihan memiliki efek yang tidak baik bagi kesehatan si kecil.

 

 

4. Kurangnya pemenuhan gizi yang baik

 
Zat gula dalam makanan manis mengandung kalori tanpa nutrisi.&nbsp. Meskipun makanan manis mengandung energi yang memungkinkan anak untuk bergerak lebih aktif, tetapi sebenarnya gula memiliki nilai gizi yang rendah. Terlebih gula memang menyumbang kalori dalam jumlah besar, namun gula mengandung kalori tanpa nutrisi. Kebutuhan gizi anak tidak akan terpenuhi oleh konsumsi makanan manis. Pemenuhan gizi yang buruk berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangannya kelak. Sehingga penting bagi ibu untuk memperhatikan pemenuhan nutrisi dari makanan si kecil.

 

5. Makanan manis dapat mendorong timbulnya penyakit

 

Berbagai penyakit {bisa|dapat} ditimbulkan ketika si kecil mengonsumsi makanan manis berlebih. Banyak penyakit yang {bisa|dapat} ditimbulkan dengan mengonsumsi makanan manis berlebih. Salah satunya adalah peningkatan resiko penyakit jantung. Makanan manis sangat berpengaruh dengan kadar kolesterol dalam tubuh. Anak yang mengonsumsi makanan manis secara berlebihan memiliki kadar kolesterol yang tinggi dan {bisa|dapat} menyebabkan penyakit jantung. Beberapa penelitian {juga|pula|lagi|serta} mengatakan bahwa terlalu banyak gula {juga|pula|lagi|serta} {bisa|dapat} dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan mendorong pertumbuhan sel kanker. Paparan makanan manis {bisa|dapat} membuat sel kanker berkembang dengan cepat.

6. Mendorong batuk dan pilek karena gula berlebih

 
Alergi pada makanan manis memacu batuk dan pilek. Salah satu efek karena alergi gula yang umum pada anak adalah gejala seperti batuk dan pilek. Bahkan beberapa anak ada yang sering mengalami batuk disertai sesak nafas kambuhan. Alergi gula pada anak {juga|pula|lagi|serta} membuat si kecil tidur dengan tidak nyaman di malam hari karena kesulitan bernafas. Hal ini {bisa|dapat} terjadi karena campuran susu dan gula membuat proses pencernaan berjalan lebih lama dan membuat kandungan asam tinggi dan berakibat kesulitan bernafas. Bila hal tersebut terjadi, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengecek kadar alergi si kecil. Biasanya saat tes alergi si kecil menyatakan positif terhadap makanan manis, ibu harus segera membatasi konsumsi makanan manis si kecil tanpa harus memberikannya obat.

7. Terbiasa makanan manis membuat anak memilih-milih makanan

 
Makanan manis membuatnya menolak makanan lain yang ibu sediakan. Zat gula dalam makanan manis yang berlebihan {bisa|dapat} menyebabkan sakit perut pada anak dan membuat selera makan si kecil memburuk. Kemudian {bisa|dapat} saja si kecil menjadi pilih-pilih dalam makanan dan menolak untuk memakan sayur dan makanan sehat lainnya. Ibu harus mencari cara agar si kecil tidak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. Buatlah menu sehat yang menarik baginya agar ia tidak merasa bosan. Biasakan ia untuk mendapatkan zat gula alami dari buah-buahan. Jangan lupa untuk menyediakan makanan dengan menu seimbang agar pemenuhan nutrisinya tetap terjaga. Bagaimana bu, siap menyediakan menu sehat dan membatasi makanan manis bagi si kecil?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Cara Membedakan Ubi, Talas, dan Singkong

6. Cara Membuat Kacang Polong Goreng Tepung Mantab

10 Rekomendasi Snack Jagung Mantab